Berbusana Muslimah yang SYAR’I dan TRENDY

Assalamualaikum wr. Wb.

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, ceramah kali ini yang diadakan di lantai 2 Masjid At-Taufiq, dihadiri oleh banyak ibu-ibu dari orang tua murid ataupun dari majlis taklim masjid At-Taufiq. Semoga di ceramah-ceramah yang akan datang semakin banyak lagi pesertanya. Amin.

Karena kajian ini diadakan pada jam yang sama dengan jadwal anak-anak kita berlatih Qiroaty, mau nggak mau kita sedikit terganggu dengan suasana yang tidak cukup hening untuk mendengarkan kajian tersebut. Oleh karena itu pada jadwal kajian yang akan datang akan diadakan lebih pagi atau dimajukan jamnya. Mudah-mudahan membuat kita jadi lebih bersemangat.

Berikut adalah rangkuman dari ceramah tersebut :

Syarat-syarat hijab syar’ie :

  1. Hendaklah hijab/jilbab tersebut menutup seluruh badan. “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. (QS,33;59). Jilbab adalah pakaian panjang yang menutup seluruh badan, artinya dengan melabuhkan (mengulurkan) keseluruh badan aurat wanita, jadi Jilbab yang syar’ie adalah yang menutup seluruh badan aurat wanita.
  2. Hendaklah hijab/jilbab tersebut tebal, tidak tipis dan transparan, karena maksud dari hijab adalah menutup, jika tidak menutup, tidak dinamakan hijab, karena hal tersebut tidak menghalangi penglihatan, sehingga seperti yang dikatakan dalam hadits nabi s.a.w. “berpakaian tetapi pada hakekatnya telanjang” (karena kelihatan auratnya, sedang fungsi pakaian diantaranya adalah menutup aurat).
  3. Hendaklah hijab/jilbab tersebut bukan berupa perhiasan atau pakaian yang menyolok, yang memiliki warna-warni yang menarik, sehingga menimbulkan perhatian. “dan tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak darinya”(QS,24;31). Makna : apa yang nampak darinya yaitu dengan tanpa disengaja. Apabila hijab itu sendiri perhiasan, maka tidak boleh dipakai, dan tidak dinamakan hijab, sebab Hijab adalah sesuatu yang menghalangi timbulnya perhiasan terhadap bukan muhrim.
  4. Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak sempit, ketat, tidak menampakkan lekuk tubuh dan aurat, maka jilbab harus luas dan lebar, sehingga tidak menimbulkan fitnah.
  5. Hendaklah tidak memakai minyak wangi, yang menyebabkan timbulnya fitnah, yaitu rangsangan bagi laki-laki. “Sesungguhnya wanita apabila memakai minyak wangi lalu ia lewat pada suatu majlis, maka ia adalah ini dan ini, yaitu, ia wanita penjina.(HR. Ashabus sunan, kata Tirmidzi hadits ini hasan). Dalam riwayat lain “Sesungguhnya wanita bila memakai minyak wangi, kemudian lewat pada suatu majlis/perkumpulan kaum agar mereka (terangsang dan tertarik) dan mencium baunya, maka ia telah berzina”.
  6. Hendaklah hijab/jilbab tersebut tidak menyerupai pakaian laki-laki. Hadits Abu Huroiroh, Rasulullah saw bersabda : “Nabi s.a.w. melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki”. (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Dalam hadits lain : “Allah melaknat laki-laki yang bergaya perempuan dan perempuan yang bergaya laki-laki (HR. Abu Daud dan Nasa’i). Artinya : perempuan yang menyerupai laki-laki dalam pakaiannya, modelnya, seperti perempuan-perempuan zaman sekarang ini, begitu pula laki-laki yang menyerupai perempuan dalam pakaian, gaya bicara dan lain sebagainya.

Kita mohon kepada Allah s.w.t. kesehatan dan keselamatan dunia dan akherat.

Sie Dakwah

Ceramah umum  : tanggal 17 Februari 2009

Tema : BERBUSANA MUSLIMAH YANG SYAR’I & TRENDY

Narasumber : Ir. Evi Kurniasari (Direktur Operasional Yayasan Ta’awun Kemanusiaan Bogor)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s