SOP Seleksi Duta Sekolah SDIT AT TAUFIQ

Mohon dukungan orang tua murid , untuk tahun ini dan mudah-mudahan berkembang lebih baik ditahun-tahun mendatang kami berusaha semampu kami untuk mengikutsertakan anak-anak dalam berbagai kompetisi baik di sekolah sendiri maupun diluar sekolah.

Apabila orang tua murid mengetahui adanya kompetisi untuk anak-anak mohon dapat diinformasikan kepada kami ( sekolah dan komite sekolah) karena keterbatasan kami mungkin tidak dapat menjangkau informasi yang sebanyak-banyaknya.

Informasi dapat disampaikan langsung ke sekolah atau ke komite sekolah baik secara langsung ataupun di kirim melalui email.

Sekilas uraian dibawah ini adalah sebagai media kita untuk terus berpikiran baik ke depan bahwa langkah yang telah dilakukan oleh sekolah untuk mengirimkan duta sekolah semata-mata sesuai dengan bakat, prestasi dan kemauan dari  anak-anak tersebut tanpa ada maksud dan tujuan lain yang kiranya dapat membuat prasangka tidak baik diantara kita sebagai satu kesatuan keluarga besar.

Sie Humas

Uraian disampaikan oleh :

Kepala Bagian Kesiswaan

SDIT At Taufiq

Abdul Aziz Siswanto, S.Th.I

PEMBUKAAN

Kemajuan teknologi edukasi dan informasi mendorong maraknya berbagai event kegiatan siswa baik di sekolah maupun di luar lingkungan sekolah. Oleh karena itu sebagai institusi pendidikan, kami merasa sangat berkepentingan dengan berbagai event yang melibatkan siswa sebagai peserta utama.

Akan tetapi tidak semua event bisa diikuti, demikian pula tidak semua siswa bisa mengikuti event tersebut. Oleh karena itu perlu adanya rambu-rambu normative yang akan mengarahkan dan mengatur pelaksanaan kegiatan tersebut, terutama dalam penentuan perwakilan siswa yang layak ikut dalam event tersebut sebagai utusan/duta sekolah.

ISTILAH

Siswa adalah pelajar SDIT At Taufiq, baik laki-laki maupun perempuan yang masih aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDIT At Taufiq pada kalender akademik berjalan.

Event adalah segala bentuk dan ragam jenis kegiatan siswa di sekolah maupun di luar sekolah. Event bisa berupa:

  • Kompetisi
  • Olimpiade
  • Kejuaraan
  • Perlombaan
  • Pertandingan
  • Pertunjukan/show/konser
  • Haflah/seremonial
  • Penampilan ajang kreasi
  • Undangan/bintang tamu, dll

Duta sekolah adalah siswa yang secara resmi dan sah ditunjuk dan direkomendasikan sekolah sebagai perwakilan atau utusan untuk mengikuti kegiatan dimaksud.

KRITERIA PEMILIHAN DUTA SEKOLAH

  • Faktor Internal

Faktor ini berasal dari siswa, yaitu meliputi bakat kemampuan (Talenta), kemauan (motivasi dan interest), kesehatan (fisik dan psikis)

1. Bakat Kemampuan (Talenta)

Setiap siswa memiliki kecerdasan dan skill pada bidang tertentu. Pada dasarnya menurut teori Multiple Intelligence Prof Howard Gardner, manusia itu memiliki 8 kecerdasan yaitu:

Spatial-Visual, Linguistic-Verbal, Intrapersonal, Musical-Rhythmic, Naturalist, Bodily Kinesthetic, Interpersonal, dan Logical-Mathematical. Kenyataannya tidak banyak orang yang dominan pada semua kecerdasan majemuknya. Umumnya mereka hanya dominan pada 1-3 kecerdasan. Hal ini pula yang menuntut kita untuk tanggap dan peka terhadap anak didik kita, baik dalam proses pengajaran maupun pengarahan , bimbingan dan penyaluran bakat kemampuan. Semata-mata untuk mengukur kemampuan siswa, menambah pengalaman dan mendongkrak prestasi serta bakat tersembunyi mereka melalui wahana yang pas tepat, sesuai dengan kondisi mereka masimng-masing.

Secara jalur akademis, siswa dipilih berdasarkan kemampuan dan nilai tertinggi pada bidang akademis yang sesuai jenis event, berdasarkan data terbaru dan kumpulan bank data nilai siswa pada tiap mata pelajaran.

Secara jalur non akademis, siswa dipilih berdasar riwayat prestasi yang pernah diraih pada ajang event serupa pada kurun waktu sebelumnya, baik di sekolah maupun di luar sekolah.

2. Motivasi Dan Interest

Banyak siswa yang “pintar”, atau “cerdas” atau “pandai” atau “cerdik”, atau “genius” dan sederet gelar lain. Akan tetapi siswa dengan gelar-gelar tersebut tidak semua tertarik dan termotivasi untuk mengikuti event yang ada. Ada beberapa alasan yang biasa muncul, yaitu:

  • kurang informasi
  • enggan
  • malu
  • takut gagal
  • minder (inferior feeling)
  • hadiah tidak menarik
  • kurang dukungan
  • lingkungan tidak kondusif, dll

Dalam hal ini sekolah berkewajiban menelusuri minat dan bakat siswa, memotivasi untuk berprestasi dan mendorong untuk maju. Demikian pula jika ada siswa yang merasa mendapat tekanan (under pressure) maka sekolah harus mencairkan suasana dan membangun rasa percaya diri. Hilangnya rasa percaya diri siswa bisa memandulkan potensi besar mereka.

3. Kesehatan (Fisik Dan Psikis)

Kesehatan merupakan faktor penting dalam seleksi duta sekolah. Siswa yang dinyatakan mumpuni dan siap mengikuti event, haruslah siswa yang sehat baik secara kejiwaan maupun fisiknya. Terutama pada saat-saat pembekalan, pembinaan, gladi kotor dan gladi resik serta pada hari pelaksanaan.

  • Faktor Eksternal

1. Rekomendasi guru

Guru yang dimaksud adalah guru bidang studi, guru kelas/wali kelas dan pendamping, guru/pembina kegiatan ekstra kurikuler, Kepala bagian Kesiswaan dan Kepala Sekolah.

Guru bidang studi merekomendasikan siswa yang dominan pada mata pelajaran yang diajarkan sebagai referensi siswa yang akan diseleksi menjadi duta sekolah, pada cabang event yang sesuai. Demikian pula guru pembina ekskul. Adapun wali kelas, selaku OTM kedua maka mereka lebih tahu dan dekat dengan anak-anaknya sehingga dengan pendekatan tertentu bisa menumbuhkan semangat dan motivasi berprestasi bagi siswanya.

Kepala Bagian Kesiswaan dan Kepala Sekolah lebih melihat pada aspek kecerdasan afektif, kognitif dan psikomotorik anak disesuaikan dengan catatan kesiswaan, baik prestasi maupun catatan kasus dan tindak pelanggaran. Jika ada kesesuaian  dengan event yang ada maka siswa yang terseleksi akan direkomendasikan untuk mengikuti kegiatan.

2. Rekomendasi OTM

OTM adalah orang tua murid siswa SDIT At Taufiq. OTM bisa berperan pro aktif dalam event dengan merekomendasikan anaknya untuk mengikuti event tersebut. Segala pemberitahuan (surat undangan resmi, permohonan resmi, pamflet, brosur, leaflet dan lain-lain) yang masuk unit SDIT selalu dipajang ditempat umum yakni di papan pengumuman, mading, maupun papan display kelas untuk diketahui dan disikapi bersama. Kami membuka kesempatan seluas-luasnya kepada OTM untuk mendaftarkan anaknya pada event yang ada. Karena peran aktif OTM tersebut merupakan bukti peduli OTM terhadap keberhasilan pendidikan anak, sekaligus sebagai bahan inventarisir dan referensi sekolah untuk tidak salah memilih siswa sebagai duta sekolah. Namun, jika pada hari yang telah ditentukan, (2 hari sebelum hari pelaksanaan/menjelang deadline tanggal pendaftaran), tidak ada OTM yang mendaftarkan, maka pihak sekolah akan memilih duta melalui jalur prestasi akademik dan non akademik secara transparan, profesional dan seadil-adilnya.

3. Rekomendasi Komite Sekolah

Komite sekolah sebagai mitra unit SDIT yang amat solid, loyal, responsif dan prestatif, merupakan suatu lembaga independen yang bisa merekomendasikan siswa tertentu dengan melihat pada bakat alam/talenta dan prestasi/achievement siswa baik di sekolah maupun di luar sekolah,  yang diketahui oleh sekolah maupun yang tidak diketahui sekolah.

Karena tidak semua prestasi siswa dilaporkan ke sekolah. Hal ini terkait dengan aktifitas siswa sebelum bersekolah di SDIT At Taufiq, prestasi siswa mutasi, maupun prestasi di luar aktivitas sekolah yang mayoritas hanya diketahui oleh komite beserta jajarannya. Maka dalam hal ini komite berhak mengusulkan nama siswa pada ajang event yang akan diikuti. Kiprah dan keterlibatan Komite Sekolah dan OTM tidak hanya sebatas merekomendasikan, tetapi juga membina, dan mengaudisi siswa sehingga ada yang harus tereliminasi dan ada yang bertahan maju.

4. Rekomendasi Lembaga/mitra sekolah

Lembaga/mitra sekolah yang dimaksud bisa berupa lembaga bimbingan belajar, perkumpulan, klub maupun organisasi pengembangan prestasi anak, yang tidak bertentangan dengan visi dan misi sekolah. Misalnya aneka klub olahraga, kejuaraan bela diri, senam, menjahit, memasak, design (grafis, web,dll) dan kegiatan positif lainnya.

PENUTUP

Dengan adanya prosedur operasional standar ini, kami berharap bahwa setiap langkah dan kegiatan kami terselenggara secara profesional dan bernilai suatu ibadah yang baik di sisi Alloh.

Kami sangat mengharapkan orang tua murid berperan serta aktif dalam hal ini, jika memungkinkan dapat memberikan informasi seputar kegiatan atau prestasi anak diluar sekolah supaya kita sama-sama dapat lebih mengembangkan potensi anak-anak kita.

Semoga anak-anak kita kelak dapat menjadi anak-anak yang tidak saja membanggakan orang tua, sekolah namun juga membanggakan agama, bangsa dan negara. Amin.

Hendaknya takut orang-orang yang menyangka bahwa kami bekerja secara sembunyi-sembunyi, tidak transparan, tidak fair, dan sebagainya. Takutlah akan bahaya lisan, karena banyak diantara manusia ini menjadi penghuni neraka karena lisannya.

Alloh berfirman:

11.  Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri[1] dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman[2] dan barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.

12.  Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka (kecurigaan), Karena sebagian dari prasangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.


[1] Jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karana orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

[2] Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti: Hai fasik, Hai kafir dan sebagainya.

Lisan/lidah, bentuknya memang relatif kecil bila dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain, namun ternyata memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan manusia. Celaka dan bahagia ternyata tak lepas dari bagaimana manusia memanajemen lidahnya. Bila lidah tak terkendali, dibiarkan berucap sekehendaknya, alamat kesengsaraan akan segera menjelang. Sebaliknya bila ia terkelola dengan baik, hemat dalam berkata, dan memilih perkataan yang baik-baik, maka sebuah alamat akan datangnya banyak kebaikan.
Di saat kita hendak berkata-kata, tentunya kita harus berpikir untuk memilihkan hal-hal yang baik untuk lidah kita. Bila sulit mendapat kata yang indah dan tepat maka ahsan (mendingan) diam. Inilah realisasi dari sabda Rasulullah.

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ (مسلم)

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya ia berkata yang baik atau diam ( HR Muslim )

Di samping itu kita pun harus paham betul manakah lahan-medan kejelekan sehingga lidah kita tidak keliru memijaknya. Kita harus tahu apakah sebuah hal termasuk dalam bagian dosa bagi lidah kita atau tidak? Bila kita telah tahu, tentunya kita bersegera untuk meninggalkannya.

Diantara medan-medan dosa bagi lidah kita antara lain:

Ghibah
Ghibah bila didefinisikan maka seperti yang diungkapkan oleh Rasulullah SAW:

“Engkau menyebutkan tentang saudaramu, dengan apa-apa yang dia benci”. Lalu bagaimana jika yang kita bicarakan tersebut memang benar-benar ada pada saudara kita? “Jika memang ada padanya apa yang engkau katakan maka engkau telah meng-ghibahinya, dan bila tidak ada padanya maka engkau telah berdusta” (HR. Muslim)

Di dalam Al quran , Allah SWT menggambarkan orang yang mengghibah saudaranya seperti orang yang memakan bangkai saudaranya:

“Janganlah kalian saling memata-matai dan jangan mengghibahi antara satu dengan yang lain, sukakah kalian memakan daging saudaranya yang sudah membangkai, tentu kalian akan benci” ( Al Hujurat (49): 12)

Tentu sangat menjijikkan makan daging bangkai , semakin menjijikkan lagi apabila yang dimakan adalah daging bangkai manusia, apalagi saudara kita sendiri. Demikianlah ghibah, ia pun sangat menjijikkan sehingga sudah sepantasnya untuk dijauhi dan ditinggalkan.
Lebih ngeri bila berbicara tentang ghibah, apabila kita mengetahui balasan yang akan diterima pelakunya. Seperti dikisahkan oleh Rasulullah di malam mi’rajnya. Beliau menyaksikan suatu kaum yang berkuku tembaga mencakar wajah dan dada mereka sendiri. Rasul pun bertanya tentang keberadaan mereka, maka dijawab bahwa merekalah orang-orang yang ghibah melanggar kehormatan orang lain.

Namimah
Kalau diartikan ia bermakna memindahkan perkataan dari satu kaum kepada kaum yang lain untuk merusak keduanya. Ringkasnya “adu domba”. Sehingga Allah mengkisahkan tentang mereka dalam Al-Qur’an. Mereka yang berjalan dengan namimah, menghasut, dan mengumpat. Di sekitar kita orang yang punya profesi sebagai tukang namimah sangat banyak bergentayangan, dan lebih sering dikenal sebagai provokator-kejelekan. Namimah bukan hal yang kecil , bahkan para ulama mengkatagorikannya di dalam dosa besar. Ancaman Rasulullah SAW bagi tukang namimah adalah:

“tidak akan masuk surga orang yang mengadu domba”. (HR Bukhari)
Akibat namimah ini sangat besar, dengannya terkoyak persahabatan saudara karib dan melepaskan ikatan yang telah dikokohkan oleh Allah. Ia pun mengakibatkan kerusakan di muka bumi serta menimbulkan permusuhan dan kebencian.

Dusta
Dusta adalah menyelisihi kenyataan atau realita. Dusta bukanlah akhlaq orang yang beriman, bahkan ia melekat pada kepribadian orang munafiq.
“Tiga ciri orang munafik, apabila berkata berdusta, apabila berjanji mengingkari dan apabila dipercaya berkhianat”. (HR Bukhari dan Muslim)

Padahal orang munafik balasannya sangat mengerikan “di bawah kerak api neraka”

Alloh SWT berfirman dalam surat An Nisaa (4): 145:

145. Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka.

Dusta pun mengantarkan pelakunya kepada kejelekan “Sungguh kedustaan menunjukkan kepada kejelekan dan kejelekan mengantarkan kepada neraka.

Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang haq ataupun malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat. Pada berbagai pertemuan, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Alloh SWT melarang hal tersebut. Alloh menggambarkan ghibah dengan suatu yang amat kotor dan menjijikkan. Alloh berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12)

Nabi SAW telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) ini. Beliau bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim)

Jadi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Alloh ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rosululloh SAW bersabda, “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871)

Wajib bagi orang yang hadir dalam majelis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemungkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi SAW sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya, “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Alloh akan menghindarkan api neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad)

Demikian pula halnya dalam mengadu domba (namimah). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar manusia. Alloh mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firmanNya,

“Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 10-11).

Rosululloh SAW bersabda, “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari). Ibnu Atsir menjelaskan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11)

Oleh karena itu ada beberapa hal penting perlu kita perhatikan dalam menjaga lisan. Pertama, hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Alloh SAW berfirman,

“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Alloh, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (An-Nisa: 114)

Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rosululloh SAW bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh berkata, Rosululloh SAW bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)

Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rosululloh SAW bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Kelima, tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah berkata, “Sesungguhnya Nabi SAW apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga Alloh SAW senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Wallohu’alam. In uriidu illal ishlãh.

Bogor, 28 Shofar 1430 H

Kepala Bagian Kesiswaan

SDIT At Taufiq

Abdul Aziz Siswanto, S.Th.I

NIP: 006010037

Iklan

One response to “SOP Seleksi Duta Sekolah SDIT AT TAUFIQ

  1. Ping-balik: SOP Seleksi Duta Sekolah SDIT AT TAUFIQ

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s