Ceramah umum tgl 3 Maret 2009 (Tanggung Jawab Pendidikan Seks)

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillah, ceramah umum ke 2 sudah terlaksana dengan baik dan lancar, semoga di ceramah-ceramah umum berikutnya semakin banyak orang tua murid yang dapat meluangkan waktunya untuk dapat mengikuti kegiatan ini. Amin

Ceramah umum  :  Tanggal 3 Maret 2009
Tema    : TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN SEKS
Narasumber   : Apriani Dian MPd

Assalamualaikum wr. Wb.

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, ceramah diadakan di ruang AUVI SD IT At-taufiq pukul 08.30 WIB. Tak kurang dari 40 orang ibu-ibu berkumpul diruang AUVI yang sejuk. Semua dengan serius mendengarkan materi yang sangat penting kita ketahui saat ini.

Kenapa kita harus bertanggung jawab atas pendidikan seks pada anak ?

Berdasarkan penelitian ditemukan fakta bahwa :

  • Di Indonesia : 10-31% remaja pernah melakukan sex.
  • Di Denpasar : 23% pelajar SMU kelas XI mempunyai pengalaman hubungan sex.
  • Di Indonesia : 75% dari penderita HIV (hilangnya kekebalan daya tahan tubuh) terjangkit pada masa remaja.

Berdasarkan survei yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak  terhadap 4.500 remaja di 12 kota besar selama tahun 2007 diperoleh fakta :

  • 97 % remaja pernah nonton film porno.
  • 93,7 % pernah ciuman, petting dan oral sex.
  • 62,7 % remaja SMP sudah tidak perawan.
  • 21,2 % remaja SMU pernah aborsi. (sumber Replubika).

Sekjen Depkes Sjafi’I Ahmad menyatakan, informasi tentang pornografi akan mengubah pola perilaku seseorang sesuai dengan informasi yang diterimanya. Selain itu, ternyata informasi tentang pornografi yang didengar atau dilihat seseorang, juga dapat merusak sel-sel otak. Bila anak terus menerus menonton tayangan-tayangan yang berbau pornografi, maka yang terjadi adalah kecanduan yang bisa merusak intelegensia. (sumber Replubika).

Untuk itu peranan orang tua sangat diperlukan baik dalam perhatian maupun dalam penanaman nilai-nilai agama.

Apa yang harus kita lakukan ?

  • Meningkatkan kewaspadaan. Diperlukan karena dapat mengontrol apa yang telah orang lain (teman, lingkungan) lakukan ketika bersama anak kita. Survei menunjukkan 65% remaja mendapat info sex melalui teman, padahal teman sendiri tidak begitu mengetahui dengan permasalahan ini, karena dia juga mentrasformasi dari teman yang lainnya.
  • Langkahi fikiran atau anggapan : seks itu tabu. Dengan banyak berdiskusi, membaca buku atau mengikuti workshop, kita akan tahu bagaimana menyampaikan hal ini pada buah hati kita.
  • Menggalang kerjasama di dalam dan diluar rumah. Pentingnya kerja sama antara ayah, ibu, orang tua, pembatu, sopir dan sekolah.

Sejak dini sebaiknya kita melakukan :

  • Tingkatkan komunikasi dengan anak.
  • Mengajarkan anak jenis-jenis sentuhan & cara bereaksi terhadapnya.
  • Ajarkan anak untuk mempercayai perasaannya. Apakah itu menyenangkan, membingungkan atau menakutkan.
  • Ajarkan anak untuk mengatakan tidak, enggak mau atau jangan begitu pada anak yang lebih besar atau orang dewasa yang berbuat tidak pantas padanya.
  • Yakinkan anak untuk bisa berbagi rahasia dengan kita.
  • Kenalkan pada anak bedanya : orang asing, kenalan, teman, sahabat & kerabat.
  • Nyatakan pada anak bahwa orangtua keluarga selalu melindungi & menjaga mereka.
  • Genapkan ikhtiar dengan doa. (sumber Yayasan kita dan buah hati)

Semoga bermanfaat, sampai jumpa di pengajian yang akan datang, selasa minggu ke 3.

Wassalamualaikum wr. wb.

Sie Dakwah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s