Category Archives: Kunjungan

STUDI EKSEKURSI KE PENERBIT YUDISTIRA

bagi kelompokKali ini studi eksekursi ke penerbit Yudistira, tepatnya di daerah Ramcamaya.

Sampai di sana kedatangan kami sudah ditunggu, setelah dibuat barisan yang rapi, rombongan di bagi menjadi 2, sebagian ke kantor penerbit sebagian langsung ke tempat pembuatan buku.

Meliput sebentar ke bagian kantor, langsungberlari ke arah pembuatan buku, namun sayang ada beberapa ruang yg tidak diperbolehkan untuk diliput dan di foto.


di ruang editBagi aku sendiri suatu pengalaman yang luar biasa, karena memang belum pernah ke penerbit yang besr seperti ini. begitu juga anak-anak, begitu antusias melihat proses pembuatan buku.

Mulai memasuki suatu ruangan yg besar sekali dan pandanagn pertama adalah gulungan2 kertas yg besar sekali, kemudian melihat mesin yang sedang proses seperti membuat koran, ternyata bukan, lembaran-lembaran kertas yang besar tadi sipotong-potong lagi oleh sebuah mesin, brikutnya potongan kertas yg sudah tercetak berjalan ke sebuh mesin lagi untuk dirapikan dan ternyata sudah berbentuk buku begitu keluar namun belum rapi, masuk lagi ke mesin berikutnya dan sudah rapi sekali, tinggal dipilih oleh petugas ragam buku itu, di kelompokkan berdasarkan judl buku dan ditunpukkan di bagian pinggir untuk finishing, dimasukkan box besar, di plaster dan di beri nama toko/tempat pengiriman.

ruang ilustrasiPerjalanan kemudian memutar masuk ke salah satu luang yg kata anak-anak” aduh baunya aneh ya” dan mereka seger keluar dari ruangan itu. terlihat seperti ruang cetak atau editing, ehm begitu canggihnya peralatan mereka ya.

Akhirnya kita keluar ruangan itu dan menuju ruangan lain.

Oh, disini ruang pengepakannya, pantas saja di depan ruang itu sudah menunggu mobil truk yang besarrrr sekali untuk membawa buku-buku yang sudah dimasukkan kotak.

IMG_5460Dari ruang itu, bergantian dengan rombongan 1, kami memasuki ruang perkantoran, dimana proses buku dibuat. Masuk ruang 1 penuh dengan komputer, masing-masing pegawai sedang sibuk bekerja. mereka menerima kami dengan ramah tamah, kemudian masuk ke ruangan lain, rupanya tempat membuat ilustrasi, anak-anak diajarkan membuat sebuah ilutrasi gambar mobil, wah anak-anak senang sekali.

IMG_5472-1Dari ruang itu berjalan lagi ke ruangan lain yg hampir sama, diman-mana penuh dengan komputer. Dari sini kami diarahkan ke sebuah ruangan yang agak berbeda, ternyata sebuah perpustakaan. wow perpustakaannya cukup besar dan buku-bukunya banyak loh.

Anak-anak langsung menuju rak buku dan mengambil beberapa buku.

IMG_5475Akhirnya kami diminta untuk berkumpul di sebuah ruangan/aula yang besar sekali. Rupanya, pihak Yudistira sudah menyiapkan souvenir untuk anak-anak berupa bingkisan yang isinya makanan ringan, yg tentu saja membuat anak-anak senang sekali kemudian dilanjutkan dengan beberapa games yang fun.

Mulai pertanyaan seputar proses pembuatan buku dimana siswa yang dapat menjawab diberikan souvenir ampai anak-anak yang mau bernyanyi dan terakhir pemberian kenang-kenangan dari Yudistira ke SD IT-AtTaufiq yang diterima oleh ustad Aziz.

IMG_5483

Oh belum selesai rupanya, menjelang pulang anak-anak di beri sebuat majalah. Wah senang seklai hari ini ya, sudah mendapatkan pengetahuan, mendapatkan bingkisan dan majalah.

IMG_5490-1

IMG_5488-1

IMG_5499-1

TERIMA KASIH PENERBIT YUDISTIRA.

DAN TERIMA KASIH USTAD DAN USTAD DAN USTADJAH YANG TELAH MEMEILIHKAN KAMI STUDI EKSEKURSI KE PENERBIT YUDISTIRA.

Diliput dan di ceritakan kembali oleh Sie Humas

Iklan

Semi final cerdas cermat

img_2576Tanggal 26 maret 2009, duta sekolah kita masuk semi final melawan SD 5 Polisi, dan SDIT Aliya.

Ada 70 pertanyaan yang diberikan kepada peserta, masing2 dalam 3 babak, babak pertanyaan wajib, babak pertanyaan lemparan dan babak pertanyaan rebutan.

Dari ke 3 babak tersebut SD 5 polisi berhasil mendapatkan jumlah 2.100, SD IT Aliya 1.900 dan SD IT At-Taufiq 1.200.

img_25821Pertanyaan yang diberikan cukup berbobot, mencakup materi pelajaran kelas 4 dan sebagain besar kelas 5.

Jika melihat jalannya pertandingan, dari semua peserta pengetahuan umum yang masih sulit mereka jawab. Mulai nama2 lagu daerah, nama lapangan udara, nama universitas dan seputar olah raga.

Sebagian orang tua murid dari berbagai sekolah bergumam manakala peserta menjawab pertanyaan yang sederhana namun salah, contohnya saja : Universitas Udayana ada di kota mana, mungkin kesannya seperti kata-kata sunda, peserta menjawabnya dari Jawa Barat dan penonton tertawa (sebenarnya siapa mentertawakan siapa).

Belajar itu bukan milik sekolah saja, tapi juga peran orang tua sangat besar sepulang anak dari sekolah” tercetus seorang ibu berbicara di samping saya” manakala ada seorang ibu berkomentara bagaimana ini sekolah apa nggak dipelajari ya?

Dari perlombaan ini ada baiknya kita ambil pemikiran yang positif saja, bahwa anak-anak kemampuannya masih harus ditingkatkan, harus lebih sering membaca dan mendapatkan pengetahuan di luar buku-buku wajib di sekolah.

img_2594Setelah babak semifinal1 berakhir, diselingi oleh pementasan seni dari wakil beberapa sekolah, dari sekolah kita adik Fathur berkenan membawakan lagu tentang bunda, suaranya yang merdu dengan nada tinggi memukau penonton yang masih penuh di arena acara cerdas cermat. Terima kasih ya sayang telah bersedia untuk membawakan lagu itu.

Mudah-mudahan dengan adanya perpustakaan merupakan salah satu upaya dalam peningkatan ini. Mohon bantuan dan kerjasama keluarga besar AT-Taufiq untuk bisa menyumbangkan buku-buku, makalah, hasil seminar, atau apa saja informasi yang edukatif yang bisa meningkatkan pengetahuan anak-anak khususnya, guru dan orang tua umumnya. Karena perpustakaan itu terbuka untuk umum.

Untuk yang berkenan dapat menghubungi Komite Sekolah. Semoga dengan doa dan usaha yang maksimal kita dapat membantu meningkatkan kemampuan anak-anak kita di semua bidang. Amin

Wassalamualaikum wr.wb

Sie Humas

Bertanding lagi, kali ini Sepak Bola

dsc058414

Untuk kesempatan ini , duta-duta olah raga yang dikirimkan untuk bertanding. Pertandingan sepak bola kali ini di lapangan Kedung Badak, dekat dengan SD Kedung Badak 4.

Begitu masuk arena terlihat anak-anak kita sedang berlari dengan gesitnya mengejar bola, sementara penjaga gawang sigap menjaga gawangnya dengan posisi badan setengah membungkuk. Terlihat ananda Rafli kelas 4 penuh semangat mengejar bola, juga teman-teman yang lain tetap semangat walaupun matahari bersinar cukup terik hari itu.

Baca lebih lanjut

Al Binaa Islamic and Science Competition (AISC)

Assalamu’alaikum wr.wb

Pada hari jumat tanggal 20 Pebruari 2009 anak-anak kita yg manjadi duta sekolah berangkat ke Al BinaaIslamic Boarding School untuk mengikuti Cerdas Tangkas Syar’i/PAI dan cerdas tangkas Sains dan matematika tingkat SD.

Untuk mengikuti kegiatan ini yang menjadi duta sekolah adalah :

  • Muhammad Dhiyaaul Aulia kelas VI (Sains) berhasil mencapai peringkat 5
  • Ahmad Zaki kelas VI (Sains) berhasil mencapai peringkat 11
  • Jamalludin Robbani kelas IV (Sains)
  • Muhammad Atiatul Muqtadir kelas V ( PAI) berhasil mencapai peringkat 27
  • Adiba Azharudin kelas IV (PAI)
  • Muhammad Syahid Azzam kelas IV (PAI) berhasil mencapai peringkat 13
  • Juwairiyah Jawas kelas V (PAI)

SELAMAT KEPADA ANANDA YANG BERHASIL MENCAPAI PERINGKAT 30 BESAR

Dan selamat kepada ananada yang lain yang telah menjadi duta sekolah, kami semua tetap bangga atas prestasi kalian.

Terima kasih kepada orang tua murid yang telah memberikan izin dan restunya, juga kepada pihak sekolah dan komite yang selalu berusaha berpartisipasi  mengirmkan duta sekolah untuk mengikuti berbagai kompetisi dalam duta  usaha untuk mengembangkan minat dan bakat anak-anak kita, semoga kelak mereka mejadi anak-anak yang membanggakan . Amin.

Sie humas

Sumbangan untuk Palestina

Bulan Sabit Merah Indonesia

Bulan Sabit Merah Indonesia

Tanggal 20 Januari 2009, komite sekolah yang diwakili oleh Mama Abel, selaku wakil ketua komite dan Mama Alta selaku Humas bersama wakil orang tua murid (Mama Syahid), wakil murid dan wakil guru TK (Ustadzah) dan SD (Ustad ‘Abdul ‘Aziz) berangkat ke klinik Bulan Sabit Merah selaku media untuk menampung dana sosial untuk disumbangkan ke Palestina.

Jumlah yang terkumpul dalam waktu yang relatif singkat cukup besar. Jika dilihat nilainya mungkin tidak ada artinya untuk peperangan yg sedemikain besar, namun dilihat dari sisi pembinaan empati hal ini luar biasa. Sekolah yang merupakan lingkungan terbesar setelah rumah sudah mulai melakukan pembinaan empati sejak dini, bahwa kita punya saudara, sahabat, teman, keluarga lain yg patut kita bantu, sekecil apapun bantuan itu semoga bermanfaat untuk mereka yg sedang mendapat musibah dan cobaan.

Baca lebih lanjut